BINGUNG Cari CONTOH? PTK silahkan KIRIM email ke ratrionoparyanto@yahoo.co.id
-
Cari itu!
-
Entri Terkini
-
Tautan
BINGUNG Cari CONTOH? PTK silahkan KIRIM email ke ratrionoparyanto@yahoo.co.id
PENJUMLAHAN BERULANG DENGAN SEDOTAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PERKALIAN DI KELAS II…..
Buat mas dan mbak bro yang pengin contoh PTK PAUD/TK silakan sedot aja jangan malu-malu di link ini http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/16706508/accPTKPAUDTK.rar
Ditulis pada Uncategorized
ZAMAN PENCERAHAN
SUATU KOSMOLOGI BARU
ABAD XVIII
Pencerahan di Eropa abad XVIII termasuk peristiwa menyimpang dari pola umum, Renaisans, reformasi, pencerahan merupakan masa transisi dari abad Pertengahan menuju awal zaman modern.
Sebagian sejarawan barat mengatakan selama abad XVIII di Eropa terjadi pencptaan kosmologi baru (zaman Percerahan/pemikiran). Sejarawan Jerman menyebutnya dengan itilah Aufclarung, sejarawan inggris menyebutnya Enlightement.
Kosmologi baru atau pencerahan adalah suatu paham dari kaum intelektual Eropa yang percaya penggunaan akal pikiran akan membimbing manusia menemukan hukum alam. Dengan temuan tersebut, rakyat dan pemerintah bisa menentukan kemajuan dimasa depan.
Kondisi Eksospol abad XVIII dapat dikatakan stabil.Pada masa itu terjadi perkembangan perdagangan dunia Eropa yang diikuti pertumbuhan penduduk.
Berbagai tokoh pencerahan diantaranya John Locke, Sir Issac Newton, Voltaire, dan Montesquieu.
Jiwa zaman pencerahan menimbulkan konflik dengan agama kristen. Para pemimpin kristen menempatkan kebenaran Injil sebagai kebenaran ilmu Pengetahuan. Hal ini menimbulkan pertentangan pendapat dengan kaum rasionalis.Nantinya penolakan terhadap ajaran orang pencerahan melahirkan gerakan baru abad XVIII yang disebut Romantisisme, pertama kali di Jerman.
Ciri-ciri zaman pencerahan
Orang-orang pencerahan menafsirkan alam semesta tidak lagi dipandang sebagai suatu hal yang misteri tetapi bisa dikaji berdasar kemampuan akal. Abad pencerahan merupakan abad ilmu pengetahuan yang telah menggeser abad iman yang telah terjadi selama abad pertengahan. Berbagai ciri dalam pola zaman pencerahan adalah :
Kebenaran menurut sudut pandang Ilmu Pengetahuan dapat dijelaskan oleh pemikiran manusia. Wahyu sebagai sumber kebenaran ditinggalkan,sedangkan tradisi dan adat dipatahkan akal. Injil sebagai lambang kekuasaan juga mengalami kritik yang menuntut pertanggungjawaban dari segala gejala. Ternyata anatara kebenaran dari sudut sains sengaja dipertarungkan kebenaran dari sudut pandang agama maupun sains keduanya sangat penting dan bermakana. Sains punya habitat sendiri tanpa meninggalkan nilai kemasyarakatan tanpa menginterfensi kebenaran ajaran agama. Kebenaran agama juga punya tempat sendiri berdasarkan sumber kitab suci tanpa memposisikan agama sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
Zaman Pencerahan adalah abad keyakinan pada tingkat rasional dari alam pada zaman-zaman hukum-hukum ilmiah yang langgeng. Pemikiran manusia adalah suatu penentu yang berkuasa penuh pada suatu hal. Orang-orang pencerahan tidak percaya akan mukzijat dan kalau masih percaya Tuhan, mereka menganggap tuhan sebagai tukang mesin alam semesta.
Jiwa Zaman pencerahan adalah bersifat serba guna (utilitaris) dan praktis. Manusia hendaknya berusaha mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan sendiri dengan jalan membentuk kembali hiup dan masyarakatnya diatas bumi ini. Apapun yang dianggap berguna iu baik dan manusia berhak atas restu hidup, kemerdekaan, dan hak milik.
Ide dasar pencerahan adalah kepercayaan bahwa semua manusia didunia dapat mencapai tingkatan yang sempurna. Pikiran manusia yang bersifat serba guna dan praktis dengan menempatkan kemajuan IPTEK dapat meraih kemakmuran. Maka, muncullah hak atas kebahagiaan bukan untuk manusia perseorangan, melainkan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia, kebahagiaan bagi masyarakat sebagai kesatuan.
Orang-orang percaya dan optimistis, percaya penuh akan kemampuan mereka unutk menemukan hukum-hukum alam. Melalui ilmu pengetahuan yang memiliki sifatbilmiah. Mereka yakuin dan optimis melalui penyelidikan dan penelitian akan dapat mengungkap rahasia-rahasia alam. Pencerahan, manusia bisa menyibak misteri alam yang selama ribuan tahun di percayainya. Optimisme dan percaya diri sendiri bagi orang percerahan, dibentuk oleh ketidak tergantungan dogma-dogma Gereja.
Abad XVIII berbagai negara Eropa seperti; Portugal, Spanyol, Belanda, Swedia, Perancis, dan Inggris telah terbentuk sebagai negara kebangsaan. Masa absolutisme ( The Age Of Apbsoltism). Monarki Absolut Perancis berlangsung sekitar dua abad. Dinasti Habsburg dan Bourbon di Spayol dan Italia.
Lapangan politik Eropa Abad XVIII itu mencapai puncak pertumbuhannya dalam Revolusi Perancis 1789, Glorious Revolution. Peristiwa revolusi Amerika dan Perancis. Sampai sebelum meletusnya Revolusi Perancis 1789, struktur sosial masyarakat eropa masih menunjukkan kehidupan yang stabil. Basis terbesar masyarakat Eropa abab XVIII adalah petani, diwilayah Eropa Timur, seperti Prusia, Austria, Rusia, dan Polandia. Peran kelas menengah abad XVIII,jelas mendesak dan mengakhiri kehudupan sosial ekonomi masyarakat abad pertengahan yang mendasarkan pada sistem Gilda. Di negara-negara otorier di Eropa Tengah dan Timur, seperti Prusia, Austria, dan Rusia pada zaman Habsburg. Prusia, dibawah penguasa Frederick Agung, mengurangi kejamnya bagi jenis kejahatan tertentu. Frederick juga mengundang para filsuf kedalam istana dan menganjurkan toleransi beragama. Para filsuf pada zaman pencerahan seperti yang terjadi di Perancis misalnya, nama Denis Dederot dikenal sebagai editor dalam pembuatan Ensiklopedia Diderot pada tahun 1751, mengkritik corak pemerintahan monarki absolut.
Di Rusia , Ratu Chatarina dan juga menganggap dirinya mengalami pencerahan, pengarahannya ialah petunjuk sang Ratu berdasarkan hasil pembacaan karya Montesquieu, Jiwa Hukum. Di Austria, Maria Theresia memperbaharui administrasi negaranya dan memperbaiki nasib petani Austria dengan Yoseph, puteranya yang menggantikan dia dan sangat berminat terhadap pencerahan, membebaskan budak-budak berlangsung sekian lama, menghapuskan beberapa larangan bagi orang protestan dan Yahudi tahun 1774, ketika Louis XV meninggal. Pemerintahan raja ini tidak banyak menghasilkan pembaharuan, tetapi penggatinya yang masih berusia muda, yakni Louis XVI.
Kondisi ekonomi Eropa seiring dengan Zaman pencerahan Abad XVIII, disebut “ekonomi politik”. Adam Smith, lahirlah apa yang disebut sistem ekonomi merkan-tilitisme. Meninggalnya sumber penghasilan disuatu negara berarti berkurangnya sumberdi negara lainnya. Sistem ekonomi merkantilitisme yang meningkatkan peran pemirintah begitu dominan, Adam Smith yang dikenal sebagai ekonom zaman pencerahan. Pertama, untuk menghasilkan sumber penghasilan atau penghidipan yang melimpah bagi rakyat. Kedua, untuk memberikan sumber penghasilan cukup bagi negara atau negara persemakmuran agar mampu melaksanakan tugas-tugas pelayanan umum. Dalam zaman pencerahan terjadilah pergeseran sistem ekonomi merkantilitisme menuju kesistem ekonomi kapitalis. Undang-undang pelayanan inggris yang mewajibkan semua perkapalan asing untuk mengangkut barang dari dan menuju inggris serta negara-negara jajahannya dilakukan oleh kapal-kapal inggris.
Ditulis pada Uncategorized
PIlkades syarat dengan kegiatan bagi-bagi uang bagi rakyat…
Ada yang menganggap wajar adapula yang menentang..
Dilihat pihak sebagian besar masyarakat malah menunggu-nunggu pembagian uang dari calon Kades yang maju bertarung
Inilah realita kegiatan demokrasi ala masyarakat kita, jadi jangan heran kalo ditingkat pemilihan yang lebih tinggi kegiatan bagi-bagi uang marak juga…
Bagi kalangan pedagang momen ini merupakan saat yang tepat untuk meraup untung besar dari hasil jualan..
Bagi para penjudi ..? wah momen yang sangat bagus buat mereka .omzetnya ratusan juta …inilah tempat perjudian yang paling besar omzetnya yang hampir tidak dapat diendus oleh aparat (ato barangkali memang ga mau mengurusinya?)
Apapun itu bentuknya PILKADES tetap merupakan sebuah pesta bagi rakyat desa, pesta bagi pedagang, pesta bagi para penjudi (yang menang).
Good Luck …Pilkades ..Indonesia Banget !!
MAKALAH
MODEL MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
DI INDONESIA
Disusun oleh
NAMA : SUKARTINAH
NIM : 818691309
KELAS/SEMESTER : D / X
UPBJJ : YOGYAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA YOGYAKARTA
2010
MODEL MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
DI INDONESIA
Elemen-elememen Pokok MBS
Beberapa pokok pikiran dalam MBS sebagai model kebijakan pengelolaan pendidikan di Indonesia :
Wohlstetter dan Mohiman,dkk (1994 dan 1997) mengemukakan ada 4 hal penting yang didentralisasikan :
- Planning (perencanaan)
- Organizing (pengorganisasian)
- Actualing (pelaksanaan)
- Controling (pelaksanaan)
- Evaluationg dan leading
1) Bidang Tehnis Edukatif
Beberapa ketentuan yang disebutkan dalam UU Sisdiknas
(1) Standar nasional pendidikan (isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan)
(2) Standar nasional pendidian sebagai pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana prasarana dan pembiayaan
Dari pasal-pasal tentang kurikulum, maa yang dapat dipahami adalah
2) Bidang Ketenagaan
Pasal 41 ayat (1),(2),(3) UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas menyiratkan keterbatasan kewenangan sekolah dengan menyatakan sebagai berikut :
3) Bidang Keuangan
Berkaitan dengan pendanaan pendidikan ini, UUD 1945 hasil amandemen ke-4 tahun 2002 pasal 31 ayat (1),(2),(4) menjamin dengan menyatakan sebagai berikut :
Mempertegas bunyi pasal 31 ayat (4) UUD hasil amandemen, UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 49 ayat (1) menyatakan sebagai berikut :
(1) Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari APBD
Pasal 49 (3) UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas menyatakan
(3) Dana pendidikan dri pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentu hibah.
4) Bidang Sarana dan Prasarana
Penyediaan sarana dan prasarana merupakan tugas satuan pendidikan (sekolah) tercantum pasa pasal 45 UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas sebagai berikut :
(1) Setiap satuan pendidikan formal dan informal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan, intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik
Pasal 35 UU No 20 tahun 2003 yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pada ayat (1) berbunyi :
Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi,proses, kompetensi luluan, tenaga kependidkan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
5) Bidang Kesiswaan
Siswa atau peserta didik merupakan komponen yang sangat penting karena menjadi muara dari seluruh upaya perbaikan komponen-komponen lainnya dalam manajemen pendidikan.
Kepmendiknas RI Nno.051/V/2002 pasal 3 mengatur tentang penerimaan peserta didik harus berasaskan berikut ini :
6) Bidang Administrasi Ketatalaksanaan Sekolah
Merupakan bidang yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan bidang-bidang terkait diatas. Secara teknis dilakukan oleh bagian tata usaha sekolah, namun tidak terlepas dari kewenangan kepada sekolah.
Bangunan Manajemen Berbasis Sekolah
MBS sebagai pendekatan dalam pengelolaan sekolah yang diabut di dalam sistem pendidikan nasional, secara resmi baru berlaku pada tanggal 8 Juli 2003 yaitu mulai berlakunya UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Diluar formalitas landasan hukum yang lebih kuat, pemerintah telah melakukan berbagai program rintisan yang sejalan senafas dengan prinsip-prinsip MBS baik melalui kebijakan-kebijakan maupun program-program pembangunan yang bertujuan memandirikan sekolah bersama masyarakat.
Untuk lebih mudah memahami hubungan antar elemen MBS dalam konteks Sisdiknas bagan bangunan MBS sebagai berikut diharapkan dapat memperjelas pola hubungan :
Bangunan segi empat MBS merefleksikan proses pengelolaan pendidikan. Lingkaran dengan garis-garis yang lebih tebal menggambarkan proses pendidikan berlingkup sekolah, lebih luas dari PBM
PBM digambarkan dalam bangunan lingkaran dengan garis-garis tebal MBS disarankan menggunakan pendekatan Contextual Learning (CTL) Sumber daya Pendidikan (SPP) merupakan sisi penopang penting untuk keberhasilan proses pembelajaran maupun proses pendidikan pada umumnya pada suatu sekolah.
Ditulis pada Uncategorized
Melihat mendengar dan melakoni sendiri apa yang menjadi fenomena saat ini adalah sangat mengelitik benak saya pribadi.
Betapa pentingkah arti sebuah sertifikasi bagi guru – guru kita? pahlawan tanpa tanda jasa.
Begitu bernilainya sebuah kata “sertifikasi” bagi guru sampai kadang-kadang guru yang akan dinilai melupakann kodratnya (profesionnalisme ya) sebagai pendidik, seorang yang patut di gugu lan ditiru, bukannya lugu dan wagu (tidak sesuai dengan kodratnya).
Bagaimana bisa dibenarkan seorang guru yang akan dinilai kinerjanya malah menghalalkan segala cara dan upaya agar nilainya bisa memenuhi syarat. sradak sruduk sana sini yang penting nilai nya gede dan memenuhi syarat.
Nampaknya pemerintah harus berpikir ulang untuk mengadakan sertifikasi bagi guru.
Lihat kebawah banyak ketimpangan dan ketidak benaran disana-sini.
Saya lebih setuju kalo mau mau meningkatkan kesejahteraan guru gak usah diadakan sertifikasi.
Kalau mau meningkatkan kompetensi guru dengan penilaian sertifikasi percuma, toh banyak sekali ketidak beresan disana sini.
Sertifikasi bagi saya tak ubahnya menciptakan dosa-dosa baru bagi guru yang tidak berkompetensi namun dituntut untuk bisa kompeten/profesional, dengan cara menggkarbit prestasi dan lain-lain.
Semoga pemerintah meninjau ulang kebijakan ini.
Tingkatkan kesejahteraan guru tanpa harus membohongi, tingkatkan kompetensi guru dengan cara yang arif dan bermartabat.
Semoga….
CARA PEMBUATAN FINE KOMPOS
Setelah satu minggu tumpukan dibolak-balik / diaduk merata untuk suplai oxygen dan meningkatkan homogenitas lalu dipindah ke lokasi sebelahnya. (Lokasi 2). Di lokasi 2 setelah 3 minggu dilakukan pembalikan / pengadukan setiap minggu 1 kali. Pada lokasi ini diharapkan peningkatan suhu sampai 700 C untuk mematikan biji gulma (rumput).
Selanjutnya tumpukan dipindah ke lokasi baru (3) dan dibiarkan selama 1 minggu. Setelah satu minggu kompos telah matang dengan cirri : warna pupuk coklat kehitaman, bertekstur remah tak berbau. Kompos siap dikemas dan siap digunakan / diaplikasikan ke lahan sebagai pengganti pupuk kimia.
Ditulis pada Uncategorized
Dalam menulis sebuah PTK diperlukan banyak inovasi dan kreativitas dari penulis.
Diperlukan sedikit trik yang kadang nakal..
Tanpa mengesampingkan kaidah kaidah baku penulisan laporan PTK
Kenakalan yang dimaksud adalah keberanian seorang penulis/peneliti untuk mengexplore segala sessuatu yang dianggap perlu dan penting untuk diungkapkan dan diteliti di dalam kelas.
Karena menurut hemat saya sebuah PTK adalah sangat unik dan mengelitik
Kadang dapat saya jumpai bagaimana nakalnya seorang penelitii memanfaatkan makanan ringan, daun, ranting, dan barang-barang sepele lainnya sebagai media pembelajaran.
wehhh…kenakalan dan kebinalan kadang memang diperlukan asal kenakalan yang positif untuk kemajuan dunia pendidikan kita..
Media lanting berwarna merah dan putih sebagai pengganti bilangan positif dan negatif??…